Kamis, 01 September 2016

Kelapa Bulat




Harga Rp 6,150.00 /Butir

*Harga Sewaktu-waktu Dapat Berubah, Untuk Info Harga Dan Stock Barang Lebih Update Silakan Kunjungi Website Resmi Kami Di www.pasarinduk.id atau Hub Call Center 
0822-6778-8778 / 0877-8880-8778

Tomat Hijau


Tomat Hijau

Harga Rp 4,550.00 /Kg

*Harga Sewaktu-waktu Dapat Berubah, Untuk Info Harga Dan Stock Barang Lebih Update Silakan Kunjungi Website Resmi Kami Di www.pasarinduk.id atau Hub Call Center 
0822-6778-8778 / 0877-8880-8778

Dengan 3 Cara Kreatif Ini, Kamu Bisa Berkebun Walaupun Tidak Punya Kebun!

Sebagai anak yang tinggal di kost atau daerah perkotaan, bisa memelihara tanaman di kebun sendiri mungkin cuma impian. Apa daya, dengan halaman hijau yang mentok-mentok hanya sepetak ukurannya, kamu bisa apa? Padahal kamu juga ingin sekali-kali memelihara tanaman untuk memperindah suasana, atau sekadar memberi kesan segar saat pikiran sedang jenuh-jenuhnya.
Namun sekarang, berkebun di lahan yang sempit atau mungil bukan lagi hal yang mustahil. Tanpa halaman yang seluas rumah-rumah zaman dulu pun kamu masih bisa menciptakan kesegaran dengan menanam bunga dan tanaman. Nah, penasaran bagaimana caranya? Simak tips yang mimin berikan ini ya!

1. Lampu gantung lebih sering dimanfaatkan sebagai penerang, tapi kamu juga bisa membuatnya berguna sebagai tempat menanam.



Berkebun memang selalu identik dengan lahan yang luas dan penuh dengan tanah. Tapi sekarang, mimpimu untuk punya kebun bisa terwujudkan walau tak ada lahan kosong untuk menanam.
Caranya adalah dengan membuat tanaman gantung. Jika menanam dengan pot yang digantung dengan tali sudah terlalu mainstream, maka sekarang kamu bisa bikin sensasi dengan menanam di media lain, yaitu lampu gantung. Mungkin kamu bisa memanfaatkan lampu yang sudah rusak atau beli yang bekas di pasar loak. Nah, setelah itu kamu masukkan tanah dan tanamlah jenis tanaman seperti bunga ivy, sirih putih, dan sirih gading. Selain menambah kesegaran di kosan, tanaman ini juga bisa dijadikan hiasan.

2. Tak punya lahan bukan hambatan untuk mencari kesegaran, karena sekarang kamu bisa sulap meja belajar jadi kebun idaman.



Hidup di perkotaan atau kost seringkali membuatmu haus akan kesegaran tamanan karena minimnya lahan penghijauan. Tapi tenang, karena sekarang kamu bisa menciptakan kesejukan dengan kebun mini yang bisa kamu buat sendiri. Salah satu caranya adalah memanfaatkan meja belajar yang tidak pernah lagi kamu gunakan.
Caranya mudah kok. Cukup masukkan tanah ke dalam laci mejamu hingga 3/4 penuh, lalu tanam bibitmu di situ. Mungkin kamu bisa memilih tananam yang bisa mengurangi pencemaran seperti tanaman chinese evergreen (sri rejeki) atau golden photos. Atau kamu juga bisa memilih tamanan kesukaanmu. Lalu, letakkan meja itu di ruangan terbuka. Nah, menarik dan mudah diterapkan ‘kan?

3. Menciptakan kebun yang indah di tempat yang minim sekarang mungkin, dengan menerapkan kebun topi ini!



Kebun yang indah memang idaman semua orang. Tenang, kamu gak usah sedih karena minimnya lahan, karena sekarang kamu bisa menciptakan kebun mini yang cantik di lahan yang sempit. Kamu bisa coba manfaatkan berbagai jenis topi yang sudah tidak terpakai. Cara menanamnya mudah kok, pertama-taman kamu gunakan pot plastik atau kaleng yang telah diberi sedikit lubang, lalu gunakan paku atau kawat untuk menempelkannya pada tembok. Setelah itu, tanamlah bibit tanaman dan tutup dengan topi sebagai hiasan. Nah, kebun seperti ini pasti membuat teman kost-mu terpesona setiap hari.
Jadi, sekarang kebayang ‘kan kalau berkebun itu gak melulu di lahan yang luas. Karena ternyata kamu bisa menerapkan tips-tips ini untuk berkebun di lahan yang minim. Selain bisa membuat lingkungan kostmu jadi lebih segar dan sejuk, tips ini juga memperindah ruangan agar jadi lebih enak dipandang. Berani mencoba?

Jengkol (A)


Jengkol

Harga Rp 38,050.00 / kg

*Harga Sewaktu-waktu Dapat Berubah, Untuk Info Harga Dan Stock Barang Lebih Update Silakan Kunjungi Website Resmi Kami Di www.pasarinduk.id atau Hub Call Center 
0822-6778-8778 / 0877-8880-8778

Jagung Manis (Belum Kupas)


Jagung Manis (Belum Kupas)

Harga Rp 4,790.00 / kg

*Harga Sewaktu-waktu Dapat Berubah, Untuk Info Harga Dan Stock Barang Lebih Update Silakan Kunjungi Website Resmi Kami Di www.pasarinduk.id atau Hub Call Center 
0822-6778-8778 / 0877-8880-8778

Toge


Toge

Harga Rp 8,550.00 / kg

*Harga Sewaktu-waktu Dapat Berubah, Untuk Info Harga Dan Stock Barang Lebih Update Silakan Kunjungi Website Resmi Kami Di www.pasarinduk.id atau Hub Call Center 
0822-6778-8778 / 0877-8880-8778

Rabu, 31 Agustus 2016

Tomat Cerry


Tomat Cerry

Harga Rp 28,650.00 /Kg

*Harga Sewaktu-waktu Dapat Berubah, Untuk Info Harga Dan Stock Barang Lebih Update Silakan Kunjungi Website Resmi Kami Di www.pasarinduk.id atau Hub Call Center 
0822-6778-8778 / 0877-8880-8778

Ubi Merah

Harga Rp 4,570.00 /kg

*Harga Sewaktu-waktu Dapat Berubah, Untuk Info Harga Dan Stock Barang Lebih Update Silakan Kunjungi Website Resmi Kami Di www.pasarinduk.id atau Hub Call Center 
0822-6778-8778 / 0877-8880-8778

Ubi Orange


Ubi Orange

Harga Rp 5,750.00 /Kg


*Harga Sewaktu-waktu Dapat Berubah, Untuk Info Harga Dan Stock Barang Lebih Update Silakan Kunjungi Website Resmi Kami Di www.pasarinduk.id atau Hub Call Center 
0822-6778-8778 / 0877-8880-8778

Ubi Ungu


Ubi Ungu

Harga Rp 7,250.00 /Kg

*Harga Sewaktu-waktu Dapat Berubah, Untuk Info Harga Dan Stock Barang Lebih Update Silakan Kunjungi Website Resmi Kami Di www.pasarinduk.id atau Hub Call Center 
0822-6778-8778 / 0877-8880-8778

Leunca


Leunca

Harga Rp 8,850.00 /Kg

*Harga Sewaktu-waktu Dapat Berubah, Untuk Info Harga Dan Stock Barang Lebih Update Silakan Kunjungi Website Resmi Kami Di www.pasarinduk.id atau Hub Call Center 
0822-6778-8778 / 0877-8880-8778

Kangkung


Kangkung

Harga Rp 14,750.00 /Gabung (ikat Kecil )

*Harga Sewaktu-waktu Dapat Berubah, Untuk Info Harga Dan Stock Barang Lebih Update Silakan Kunjungi Website Resmi Kami Di www.pasarinduk.id atau Hub Call Center 
0822-6778-8778 / 0877-8880-8778

Kecipir

Harga Rp 4,550.00 /Kg

*Harga Sewaktu-waktu Dapat Berubah, Untuk Info Harga Dan Stock Barang Lebih Update Silakan Kunjungi Website Resmi Kami Di www.pasarinduk.id atau Hub Call Center 
0822-6778-8778 / 0877-8880-8778

Kulit Melinjo


Kulit Melinjo

Harga Rp 11,500.00 /Kg

*Harga Sewaktu-waktu Dapat Berubah, Untuk Info Harga Dan Stock Barang Lebih Update Silakan Kunjungi Website Resmi Kami Di www.pasarinduk.id atau Hub Call Center 
0822-6778-8778 / 0877-8880-8778

Paprika Hijau


Paprika Hijau

Harga Rp 55,500.00 /Kg

*Harga Sewaktu-waktu Dapat Berubah, Untuk Info Harga Dan Stock Barang Lebih Update Silakan Kunjungi Website Resmi Kami Di www.pasarinduk.id atau Hub Call Center 
0822-6778-8778 / 0877-8880-8778

Asem Jawa

Harga Rp 11,250.00 /Kg

*Harga Sewaktu-waktu Dapat Berubah, Untuk Info Harga Dan Stock Barang Lebih Update Silakan Kunjungi Website Resmi Kami Di www.pasarinduk.id atau Hub Call Center 
0822-6778-8778 / 0877-8880-8778

Bayam Hijau

Harga Rp 33,550.00 20ikat (Besar)/gabung

*Harga Sewaktu-waktu Dapat Berubah, Untuk Info Harga Dan Stock Barang Lebih Update Silakan Kunjungi Website Resmi Kami Di www.pasarinduk.id atau Hub Call Center 
0822-6778-8778 / 0877-8880-8778

Daun Kunyit


Daun Kunyit

Harga Rp 7,550.00 /Kg

*Harga Sewaktu-waktu Dapat Berubah, Untuk Info Harga Dan Stock Barang Lebih Update Silakan Kunjungi Website Resmi Kami Di www.pasarinduk.id atau Hub Call Center 
0822-6778-8778 / 0877-8880-8778

Daun Singkong

Harga Rp 6,500.00 /20 Ikat Kecil

*Harga Sewaktu-waktu Dapat Berubah, Untuk Info Harga Dan Stock Barang Lebih Update Silakan Kunjungi Website Resmi Kami Di www.pasarinduk.id atau Hub Call Center 
0822-6778-8778 / 0877-8880-8778

Jagung Putren Kupas Bersih


Jagung Putern Kupas Bersih

Harga Rp 23,550.00 /Kg

*Harga Sewaktu-waktu Dapat Berubah, Untuk Info Harga Dan Stock Barang Lebih Update Silakan Kunjungi Website Resmi Kami Di www.pasarinduk.id atau Hub Call Center 
0822-6778-8778 / 0877-8880-8778

Jagung Putren Setengah Kupas

Jagung Putren Setengah Kupas

Harga Rp 14,890.00 /Kg

*Harga Sewaktu-waktu Dapat Berubah, Untuk Info Harga Dan Stock Barang Lebih Update Silakan Kunjungi Website Resmi Kami Di www.pasarinduk.id atau Hub Call Center 
0822-6778-8778 / 0877-8880-8778

Selasa, 30 Agustus 2016

Cara Mudah Menanam Nanas Menggunakan Mahkotanya




Buah nanas merupakan salah satu tanaman buah tropis dengn daging buah berwarna kuning sampai jingga dengan rasa manis keasaman. Buah nanas sangatlah unik karena daunnya panjang dan runcing. Buah ini sering dikonsumsi sebagai salah satu bahan utama pembuat rujak namun dapat ditambahkan juga pada masakan untuk membantu melunakan daging dan menambah rasa segar pada masakan. Buah nanas tak hanya enak dimakan tetapi bila kita tanam di pekarangan bentuknya sangat indah. Lalu bagaimana cara menanam nanas dalam pot di pekarangan rumah?
1. Belilah buah nanas organik dengan kualitas baik. Anda dapat memilih jenis nanas yang Anda sukai misalnya nanas madu Subang yang terkenal manisnya, yang penting buah nanas tsb masih memiliki mahkota yang baik, sudah matang dan tidak busuk.
2. Pisahkan daging buah nanas dengan mahkotanya. Daging buah nanas dapat Anda konsumsi sedangkan mahkotanya akan kita manfaatkan untuk ditanam kembali. Pastikan daging buah telah bersih dan sisakan sedikit bonggolnya yang ditandai dengan bulatan warna putih. Daging buah yang tersisa dapat membusuk dan menyebabkan penyakit pada tanaman.
3. Hilangkan beberapa helai mahkota buah bagian bawah terutama yang terlihat sudah menua.
4. Cucilah bonggol nanas tsb sampai bersih dan terhindar dari lendir yang disebabkan daging buah. Keringkan mahkota dan biarkan mahkota tsb pada tempat yang terhindar dari sinar matahari kurang lebih seminggu. Anda pun dapat menumbuhkan akar terlebih dahulu dengan cara merendam bonggol nanas pada air lalu akar-akar baru akan muncul dalam waktu beberapa hari. Jangan lupa menusuk bonggol tsb dengan tusuk gigi atau bahan lain sebelum merendamnya dengan air. Hal ini dilakukan agar mahkota nanas tidak ikut terendam dan membusuk.
5. Siapkan media tanam. Nanas memerlukan kondisi tanah yang agak sedikit asam. Buatlah media tanam dengan mencampurkan media tanah gembur : pasir dengan perbandingan 3:1.
6. Siapkan pot. Pilihlah pot berukuran sedang dengan lubang drainase di bawahnya.
7. Masukkan batu bata atau arang atau batu kerikil pada bagian bawah pot dengan ketinggian sekitar 2-3 cm untuk memperbaiki drainase. Drainase yang kurang baik dapat menyebabkan tanaman Anda cepat busuk.
8. Isilah pot dengan media tanam yang telah disiapkan. Buatlah lubang di tengahnya untuk menanam mahkota nanas tadi.
9. Tanamlah mahkota nanas dan pastikan bonggolnya tertutupi media tanam.
10. Letakkan pot di bawah sinar matahari.
11. Lakukan penyiraman secara rutin yaitu tiap 3-7 hari sekali. Hindari penyiraman yang terlalu sering dan banyak karena akan menyebabkan tanaman nanas Anda menjadi lebih cepat busuk.
12. Anda dapat melakukan pemupukan tiap 3-4 bulan sekali agar tanaman nanas Anda sehat.
13. Bila lancar, tanaman nanas Anda akan mulai berbuah pada umur sekitar 2-3 tahun.
14. Buah nanas sudah dapat dipanen bila warna buah sudah kuning dengan cara memotong batangnya dengan pisau tajam.
Bagaimana mudah bukan? Jadi ingat bila Anda membeli nanas belilah nanas yang masih memiliki mahkota untuk ditanam di pekarangan rumah Anda. Selamat mencoba ...

Yuk Kita Menanam Sayuran Di Balkon


Tanaman Sayur Di Balkon

Pada jaman sekarang ini, semakin sulit memperoleh rumah dengan lahan atau pekarangan karena semakin terbatasnya lahan yang tersedia dan bila tersedia pun maka harganya sangat mahal. Oleh karena itu para pengembang perumahan lebih memilih membuat rumah susun, apartemen maupun kondominium dengan sistem rumah vertikal. Mau tak mau tinggal di rusun atau apartemen menjadi pilihan terbaik untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Kaitannya dengan perkebunan, untuk memperoleh sayuran yang sehat dan murah hasil kebun sendiri maka Anda masih dapat menyalurkan hobi berkebun Anda dan memberikan sumbangan udara segar dan bersih pada tempat tinggal Anda dengan cara menanam tanaman dengan memanfaatkan balkon. Tanaman yang dapat ditanam bermacam-macam mulai dari sayuran, tanaman obat maupun tanaman hias, tetapi saya lebih merekomendasikan untuk menanam sayuran di balkon karena sayuran adalah salah satu tanaman yang sering kita konsumsi sehingga bisa menghemat pengeluaran anggaran belanja dan tentunya dapat menjamin sayuran yang Anda konsumsi lebih segar dan sehat.
Cara Menanam Sayuran Di Balkon :
1. Siapkan pot yang akan digunakan untuk menanam sayuran. Pastikan pot tsb memiliki lubang drainase di bagian bawah.
2. Siapkan media tanam. Media tanam yang digunakan sebaiknya material bukan tanah. Anda dapat menggunakan sekam, clay, perlit, serbuk gergaji dsb.
3. Masukkan batu kerikil di bagian bawah pot dengan ketinggian kurang lebih 1cm. Batu tsb akan meningkatkan aliran drainase untuk mengeluarkan kelebihan air dalam pot.
4. Masukkan media tanam ke dalam pot.
5. Buatlah lubang di tengah pot lalu tanamlah bibit sayuran yang Anda senangi. Anda dapat melakukan pembenihan dulu dari biji sayuran sebelum melakukan penanaman dalam pot.
6. Letakkan pot di balkon dan susunlah agar terlihat rapi dan cantik.
7. Siramlah tanaman Anda setiap hari atau tergantung kebutuhan. Bila tanaman Anda terletak di balkon yang tidak beratap maka Anda tak perlu melakukan penyiraman saat musim hujan.
8. Rawatlah tanaman Anda dengan penuh kasih sayang.
9. Lakukan pemanenan setiap kali sayuran Anda siap panen. Jangan biarkan sayuran Anda mengering.
Itulah cara menanam sayuran di balkon. Selamat mencoba...

Cara Menumbuhkan Wortel Dari Wortel


Tanaman Wortel

Ada 3 cara yang sangat mudah untuk menumbuhkan wortel dari wortel yang dapat Anda lakukan di rumah. Namun sebelumnya pastikan Anda sudah mendapatkan wortel yang bagian atasnya masih utuh, akan lebih baik bila masih memiliki batang dan daun. Daripada bagian atas wortel tsb dibuang lebih baik kita manfaatkan untuk ditanam kembali. Namun perlu diingat, yang dimaksud dengan menanam wortel dari wortel ini adalah hanya tanaman wortel yaitu daun dan bunganya sementara akar wortel yang biasa kita konsumsi tidak akan tumbuh.
1. Menggunakan Air
Potong wortel bagian atas sekitar 3 cm.
Tusuk wortel dengan tusuk gigi, sekitar 1cm dari atas. Anda dapat menggunakan 3-4 tusuk gigi. Tusuk gigi ini berguna untuk menahan wortel agar tidak tenggelam dalam air.
Letakan wortel di atas gelas dengan tusuk gigi menahan di bibir gelas.
Isi gelas dengan air dan letakan gelas di tempat yang terang namun tak kena cahaya matahari langsung.
Tambahkan air setiap kali wortel tidak terendam air.
Setelah beberapa hari, Anda akan melihat munculnya akar di bagian bawah wortel.
2. Menggunakan Piring
Letakan potongan bagian atas wortel di atas piring lalu isilah dengan air kurang lebih sisakan sekitar 2 cm di bagian atas yang tidak terendam air.
Anda dapat menanam beberapa wortel sekaligus dalam 1 piring.
Letakan piring di tempat terang tetapi tidak terkena cahaya matahari langsung.
Tambahkan air setiap kali wortel tidak terendam air.
Setelah beberapa hari, Anda akan melihat munculnya tunas-tunas baru dari atas wortel.
3. Menggunakan Koran
Letakan beberapa lembar koran dalam wadah atau piring dsb.
Rendam koran dengan air, buang kelebihan air.
Letakan bagian atas wortel di atas koran basah.
Jagalah agar koran tetap basah.
Setelah beberapa hari, Anda akan melihat munculnya tunas-tunas baru pada wortel.
Setelah tunas baru muncul maka tanamlah wortel tsb di tanah atau media tanam lainnya. Silahkan baca artikel sebelumnya cara menanam wortel dalam pot di dalam rumah. Jadi ingat setiap kali Anda membeli wortel, jangan buang bagian atas wortelnya tapi manfaatkanlah untuk ditanam kembali.
Selamat mencoba ...

Cara Menanam Mint Dalam Pot Di Rumah


Tanaman Mint Dalam Pot


Apakah Anda sudah tahu tanaman Mint? Itu loh tanaman penghasil menthol atau rasa mint yang biasa ada di permen dan obat batuk.
Menthol juga sering digunakan dalam industri obat kumur. Sementara untuk di rumah, mint dapat digunakan untuk memberikan perasa pada makanan dan minuman. Wajar saja sih bila Anda belum mengenal tanaman mint karena tanaman ini bukan berasal dari Indonesia asli. Namun karena kegunaannya yang banyak terutama dari daun mint ini maka tak ada salahnya bila Anda mencoba menanam mint dalam pot di rumah Anda.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menanam mint dalam pot tetapi metode yang paling banyak digunakan adalah menanam mint dengan menggunakan stek batang. Jadi Anda cukup memotong batang mint kemudian ditanam pada media tanam yang telah disiapkan. Namun dengan menggunakan cara menanam mint seperti ini, tentunya Anda harus memiliki tanaman mint indukan terlebih dahulu. Bila Anda belum memilikinya maka Anda dapat membelinya di toko tanaman yang ada di sekitar tempat tinggal Anda.
Bagaimana Cara Menanam Mint Dalam Pot?
Alat dan Bahan Yang Diperlukan Untuk Menanam Mint Dalam Pot
Tanaman mint indukan, yang terlihat sehat, segar dan bebas hama / penyakit.
- Pot berdiameter minimal 30 cm
- Media Tanam / Tanah, pasir dan pupuk kandang atau kompos
- Pecahan genteng
- Sekop, gunting / pisau
Cara Menanam Mint Dalam Pot
1. Penyiapan Bibit Tanaman
Sebelum menanam mint di dalam pot maka perlu dilakukan penyiapan bibit tanaman yaitu sbb:
- Pilih batang mint yang sudah dewasa namun tidak terlalu tua.
- Potong tangkai batang mint sekitar 1 cm dari atas percabangan dengan menggunakan gunting / pisau tajam yang bersih dan sebelumnya telah dilap menggunakan larutan alkohol 70%.
- Anda dapat membuang beberapa lembar daun mint di tangkai batang tersebut untuk mengurangi terjadinya penguapan yang berlebih atau tanpa daun sama sekali.
- Rendam batang mint tersebut di dalam air dingin.
Ada 2 cara menanam mint dalam pot dengan menggunakan stek batang ini yaitu menumbuhkan akar dan tunas daun dalam air terlebih dahulu atau langsung di tanam dalam pot. Bila Anda memilih menumbuhkan akar terlebih dahulu dalam air maka letakkan tangkai tsb dalam gelas / botol yang berisi air bersih lalu letakkan di dapur atau jendela yang menerima sinar matahari tidak langsung. Sekitar seminggu maka Anda akan melihat munculnya akar putih dari tangkai batang tsb. Tunggulah beberapa hari lagi sampai muncul tunas daun baru sampai tanaman tsb siap ditanama dalam pot.
Cara menanam mint dalam pot dengan menumbuhkan akar dalam air ini memiliki keuntungan karena Anda dapat melihat pertumbuhan akar sehingga lebih meyakinkan Anda bahwa tanaman mint tsb berhasil tumbuh. Agar akar tanaman mint tsb cepat tumbuh, Anda dapat mencelupkan ujung potongan tangkai pada hormon penumbuh akar seperti madu sebelum ditanam di media tanam.
2. Penyiapan Media Tanam
Media tanam sebaiknya disiapkan sebelum Anda menanam mint di dalam pot. Anda dapat membeli media tanam yang sudah jadi atau mencampurnya sendiri dengan bahan-bahan yang mudah diperoleh di sekitar rumah Anda, yaitu dengan mencampurkan tanah kebun, pasir dan pupuk kandang atau kompos dengan jumlah 3:1:1.
Pastikan pot yang digunakan memiliki lubang air di bagian bawah.
Masukkan pecahan genteng ke dalam pot setinggi 1-2 cm untuk menahan media tanam agar tidak mudah terbawa air.
Masukkan media tanam ke dalam pot.
3. Penanaman Mint Dalam Pot
Berikut ini adalah cara menanam mint dalam pot yang telah berisi media tanam tadi:
- Buat lubang di tengah pot yang berisi media tanam.
- Tanam satu batang mint di dalam lubang tsb.
- Tutup lubang dengan media tanam dan padatkan media tanam di sekitarnya agar tanaman mint mampu berdiri tegak.
- Letakkan pot tanaman mint ini di tempat yang mendapatkan sinar matahari yang cukup tetapi jangan terlalu panas.
- Siram tanaman secukupnya.
4. Cara Merawat Mint Dalam Pot
- Penyiraman dilakukan saat awal penanaman dengan air secukupnya.
- Penyiraman dilanjutkan kembali saat daun tunas sudah tumbuh yaitu dengan menyiramnya secara rutin sebanyak satu kali sehari.
- Hindari menyiram tanaman mint terlalu sering karena tanaman ini mudah sekali membusuk.
- Cabutilah rumput liar yang tumbuh dalam pot.
- Lakukan pemangkasan yaitu dengan memetik pucuk daun mint secara berkala agar tanaman mint Anda tidak tumbuh terlalu tinggi dan membuang daun-daun yang sudah tua.
5. Pemanenan
Pemanenan daun mint dapat dilakukan setelah tanaman memasuki usia 6 bulan. Pemanenan dapat dilakukan dengan cara memetik daun-daun yang sudah berumur 2 minggu.
Itulah cara menanam mint dalam pot, bagaimana mudah bukan? Yuk kita praktekan :)

Senin, 22 Agustus 2016

Cara Menanam Pohon Pepaya Dan Manfaat Yang Ada Di Dalamnya



Nama buah Pepaya diadopsi dari bahasa Belanda yaitu papaja, buah yang hidup didaerah beriklim tropis ini berasal dari Negara Meksiko dan utara Amerika. Buah Pepaya dapat dikonsumsi langsung (saat sudah masak) dan juga dapat dioleh manjadi sayur (buah muda). Selain bernilai ekonomis, buah pepaya dipercaya banyak memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, diantaranya:
1. Sistem kekebalan tubuh, kandungan Vit C, Vit A, dan beta karoten yang terkandung dalam Pepaya sangat berguna bagi kekebalan tubuh
2. Mencegah Penyakit Jantung, kandungan vitamin dan serat dalam pepaya dapat mencegah terjadinya penyakit jantung.
3. Mengurangi rasa nyeri pada penderita asam urat
4. Memperlancar pencernaan, kandungan serat pada pepaya membantu sistem pencernaan, sehingga mengurangi risiko sembelit.
Buah pepaya juga sangat dibutuhkan oleh anak balita untuk membantu pencernaan, oleh karena itu tidak ada ruginya untuk membudidayakan tanaman buah pepaya baik sekala besar maupun sekala kecil dengan memanfaatkan pekarangan atau pot. Untuk menanam pepaya dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:
1. Menyiapkan Bibit Pepaya
Pilihlah jenis pepaya yang anda sukai yang bisa anda beli di toko-toko buah, belilah buah pepaya yang benar-benar sudah matang. Belahlah buah pepaya untuk dipisahkan antara daging buah dan bijinya. Setelah itu jemurlah biji pepaya tersebut kira-kira 4-5 jam di terik matahari. Jika Anda tidak mau repot, bibit pepaya dapat dibeli di kios-kios pertanian. Pilihlah bibit pepaya dari jenis yang anda sukai, dan periksa baik-baik kondisi benih (lihat kadaluarsanya).
3. Melakukan Penyemaian Bibit
Sebenarnya bibit yang telah disiapkan dapat langsung di tanam di area tranam permanen, namun penyemaian dilakukan untuk mencari bibit pepaya yang benar-benar mampu tumbuh. Buatlah area penyemaian seperti halnya menyemai tanaman terong atau tanaman kangkung yaitu dengan menggemburkan tanah dan dicampur dengan pupuk kandang. Taburkan biji-biji pepaya dan lapisi dengan tanah penutup. Lakukan penyiraman secara teratur pada pagi dan sore hari sampai tanaman siap dipindahkan.
Bibit pepaya dapat dipindahkan ke area tanam sementara (polybag) jika tinggi bibit sudah mencapai 10-15 cm. Selanjutnya dapat dipindahkan ke area tanam permanen jika mencapai ketinggian 30-40cm.
3. Memindahkan ke polybag
Bibit pepaya hasil semaian yang telah mencapai ketinggian 10-15cm harus dipindahkan ke polybag terlebih dahulu untuk memberikan ruang tumbuh, dan mempersiapkan pepaya agar memiliki akar yang cukup sebelum ditanam ke area tanam permanen.
Isi polybag dengan tanah yang telah dicampuri pupuk kandang atau sekam padi dengan perbandingan 1:1. Lakukan pencabutan bibit dari lahan semai secara perlahan dengan terlebih dahulu dilakukan penyiraman untuk membantu agar bibit mudah dicabut dan akar tidak rusak.
Letakkan polybag di area yang teduh namun tetap mendapatkan sinar matahari, lakukan penyiraman secara teratur pada pagi dan sore hari sampai bibit siap tanam.
4. Menanam Bibit Pepaya ke Area Tanam Permanen
Buatlah lubang tanam sebulan sebelum pepaya dipindahkan ke area tanam permanen, ini untuk memastikan bahwa lubang tanam kondisinya sudah stabil dan pupuk kandang yang dimasukkan sudah terserap dan tercampur dengan baik.
Galilah lubang tanam dengan ukuran lubang 50cm x 50 cm dengan kedalaman 50cm, buatlah lubang yang sama dengan jarak 2,5 meter antar lubang. Isi lubang dengan pupuk kandang 2/3 bagian lubang. Biarkan lubang selama 1 bulan sebelum bibit dipindahkan ke lubang tanam.
5. Pindahkan bibit dari polybag dengan merobek polybag dan membiarkan tanah semaian tetap ikut di bibit. Tanamlah beserta tanahnya dan usahakan jangan sampai hancur, agar bibit pepaya tidak perlu beradaptasi. Tutuplah lubang dengan tanah sisa yang ada disekitar lubang dan padatkan secara perlahan.
6. Perawatan Pepaya
Tidak berbeda dengan tanaman buah lainnya, pepaya tidak memerlukan perawatan yang sulit. Cukup lakukan pembersihan rumput pengganggu (gulma), lakukan penyiraman, dan pemupukan. Jika anda menginginkan pepaya yang organik, maka pemupukan sebaiknya menggunakan pupuk kandang atau kompos. Pemupukan dapat dilakukan setelah pepaya berumur 4 bulan dari penanaman.
Namun jika anda menginginkan menggunakan pupuk kimia, pupuklah dengan menggunakan pupuk NPK secukupnya.
7. Pemanenan Pepaya
Pohon pepaya biasanya akan menghasilkan buah siap panen pada umur 7-9 bulan setelah ditanam, buah yang siap panen akan berubah warna menjadi kekuning-kuningan. Petik dengan cara memotong tangkai buahnya.
Demikian info mengenai cara menanam pepaya dari mulai pembibitan hingga pemanenan. Jadi, tunggu apalagi Yuk segera tanam Si Manis Segar yang kaya manfaat ini 

Sabtu, 20 Agustus 2016

Tips Memilih Melon Yang Berkualitas

Suka banget dengan yang namanya buah melon bunda? Selain digunakan untuk jus, buah kaya air ini juga sering dipakai sebagai buah pencuci mulut. Lebih lagi cuaca yang terik seperti sekarang ini tentu akan jadi sedikit lebih segar jika makan buah-buahan yang segar. Rasa manis dan legit dari buah ini yang menjadi salah satu alasan buah ini banyak digemari.
Lalu bagaimana dengan cara memilih buah melon yang bagus, matang dan manis? Tentu ini jadi dilema dong jika melon yang Bunda pilih dan beli belum matang. Rasa melon yang Bunda beli bakal hambar rasanya dan daging bagian bawahnya lebih keras. Dessert yang diharapkan jadi kurang nikmat deh.. Hemm
Melon merupakan buah lezat yang kaya dengan kandungan gizi. Meski demikian, untuk mendapatkan buah melon yang segar dan nikmat tentunya ada tips tersendiri yang harus Bunda ketahui.
Untuk ini yuk kita ketahui Tips memilih melon yang berkualitas :
1. Warna
Periksa warna buah melon. Melon yang matang memiliki warna kuning-krem yang pekat dan merata.
2. Segar
Melon yang matang memiliki kadar gula tinggi. Rasa manis ini dihasilkan dari pati buah melon yang berubah menjadi gula. Teksturnya pun lebih renyah. Melon yang baik biasanya memiliki berat 5 kilogram.
3. Aroma
Saat membeli buah melon,sebaiknya harus mencium aromanya. Rasa manis menghasilkan aroma yang harum.
4. Kocok
Pada saat membeli, ada baiknya kamu mengocok buah melon. Cari melon yang memiliki bunyi biji dari dalam. Hindari melon yang memiliki bunyi berdebum sebagai tanda buah terlalu matang.
5. Simpan
Simpan melon pada suhu ruangan selama beberapa hari atau sampai benar-benar matang sebelum
Info diatas hanya sebagai saran nih Bun, saran dari saya jadilah konsumen yang cerdas, Salam Semangatt!!

Jumat, 19 Agustus 2016

Cara Penanaman selada Secara Hidroponik



Siapa disini yang tak suka lalapan? emmm pasti sudah tidak asing lagi dong dengan yang namanua Selada?
Berikut ini akan kami jelaskan bagaimana cara menanam selada hidroponik di rumah. Simak teruss ya!!!
Tahap penyemaian
Sebelum tanaman ditanam pada rak hidroponik, sebaiknya dilakukan penyemaian terlebih dahulu. Pada proses penyemaian ini saya menggunakan arang sekam karena selain murah, mudah didapat di daerah saya juga mudah dalam proses pindah tanam (akar tidak rusak).
Bahan yang diperlukan adalah :
- Baskom bekas untuk penyemaian
- Arang sekam
- Benih selada
- Plastik hitam
Caranya :
- Masukkan arang ke baskom yang telah dilubangi kecil – kecil bagian bawahnya
- Taburkan benih secara merata di atas arang sekam.
- Taburkan lagi arang sekam untuk menutupi benih cukup tipis-tipis saja.
- Siram benih dengan menggunakan sprayer agar media tidak terhambur kemana mana.
- Tutup dengan plastic hitam selama dua hari.
- Setelah 2 hari, buka tutup plastic. Biasanya benih sudah tumbuh.
- Bibit dikenakan cahaya matahari (jangan terlalu terik)
- Lakukan penyiraman rutin sampai 2 minggu dan tanaman siap pindah tanam.
Tahap pindah tanam
Setelah bibit selada berumur 2 minggu biasanya sudah berdaun lengkap dan siap pindah tanam. Untuk pindah tanam agar bibit tidak rusak harus dilakukan secara hati – hati. Dibawah ini akan saya uraikan cara pindah tanam yang biasa saya lakukan.
Alat/bahan yang diperlukan :
- Netpot (saya pakai pipa 1″ atau kepala botol plastic)
- Kain flannel untuk sumbu jika diperlukan.
- Spons yang sudah dipotong – potong ukuran 2.5cm x 2.5cm x 2cm
- Baskom/ember yang sudah diisi air bersih.
Caranya :
- Ambil bibit besrta medianya sekalian. (jangan dicabut tapi ambil bibit dan media sekaligus)
- Masukkan bibit besrta media ke dalam baskom/ember yang sudah diisi air
- Goyangkan bibit dengan pelan – pelan. Media akan tenggelam dan bibit akan mengapung. Biasanya dengan cara ini akar tidak rusak dan akar bersih dari media yang menempel.
- Jika bibit bergerombol, pisahkan bibit dengan hari – hati (pemisahan tetap didalam air)
- Setelah bibit terpisah, jepit bibit dengan spons yang telah tersedia. Untuk selada sebaiknya 2 bibit satu spons agar nantinya selada berbentuk crop kompak. Jika ada bibit yang akarnya belum bisa menyentuh air nutrisi bisa ditambahkan sumbu dengan kain flannel.
- Masukkan spons yang telah berisi bibit ke dalam netpot.
- Masukkan netpot ke lubang – lubang tanam yang ada dalam rak paralon yang sebelumnya sudah diisi air nutrisi.
Tahap pembesaran
Setelah bibit kita pindahkan ke dalam rak, tugas selanjutnya adalah melakukan perawatan untuk pembesaran selada sampai masa panen.
Dalam system hidroponik perawatan tanaman adalah sangat mudah. Karena saya bertanam masih memakai system air menggenang, jadi yang saya lakukan hanyalah memperhatikan ketersediaan air nutrisi yang ada di dalam pipa paralon tempat penanaman. Biasanya saya cek 3 hari sekali. Ketika air mau habis tinggal saya tambahkan lagi.
Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai batang dan akar selada terendam keseluruhan, air nutrisi cukup sebatas 1/3 sampai 1/5 diameter pipa saja agar masih ada ruang untuk akar dan akar tidak terendam semua.
Biasanya setelah 25 – 30 hari setelah pindah tanam, selada siap dipanen.
Selamat Mencoba :)

Kamis, 18 Agustus 2016

Tips Cara Memilih Mangga Dengan Kualitas Terbaik



Selamat siang sobat semua, apa kabarnya? semoga baik-baik saja dan semoga hari-harinya menyenangkan. Di hari Kamis yang manis ini, saya ingin berbagi sedikit tips mengenai buah mangga yaitu Tips Cara Memilih Mangga Dengan Kualitas Terbaik. Semoga tips ini bisa bermanfaat bagi anda semua.
1. Pilih mangga yang sedikit lembut, karena ini menandakan mangga baru memasuki masa matang.
2. Jangan pilih yang keras karena sudah pasti belum matang. Dan jangan pula pilih yang terlalu lembek karena itu menandakan buah mangga sudah terlalu matang atau lewat matang.
3. Jangan memilih mangga yang ada memarnya. Karena bagian yang memar akan membuat mangga jadi lembek dan tidak renyah lagi.
4. Jangan memilih mangga yang kulitnya berkerut atau keriput. Walaupun dagingnya lembut, karena itu menandakan mangga itu masih muda tapi sudah dipetik dan dipaksa untuk matang alias karbitan.
5. Pilihlah mangga yang berbau harum. Buah yang matang sudah pasti akan mengeluarkan harum yang khas.
6. Pilih mangga yang ujung tangkainya berwarna kekuningan karena itu menandakan mangga tersebut sudah matang di pohonnya dan bila tidak dipetik biasanya mangga yang seperti ini akan jatuh walau tidak tertiup angin.
7. Jangan memilih mangga yang kulitnya banyak terdapat bintik hitam, karena itu menandakan bahwa mangga tersebut telah lewat matang.
Itulah beberapa tips dalam memilih buah mangga yang matang, semoga artikel Tips Cara Memilih Mangga Dengan Kualitas Terbaik di atas bisa bermanfaat bagi anda semua dan semoga bisa membantu anda dalam memilih buah mangga di pasar sehingga tidak terjadi salah pilih mangga.
Untuk mengetahui Info, Tips dan Trik Lainnya, Yuk kunjungi Website kami di www.pasarinduk.id
Selamat Berkunjung Teman Ada, Petani Sejahtera!